Ini adalah cerita mengenai tiga hal yang terjadi dalam hidup saya, yaitu berubahnya pola pikir (mindset), kelaparan gara-gara pola pikir itu, dan akhirnya mendapat dua ucapan selamat karena saya telah lulus.
Berawal dari perkenalan saya dengan seorang teman bernama Hartono saat saya jadi karyawan kontrak di pabrik mobil terkenal asal Jepang. Hartono seorang yang sangat gila buku telah menulari saya kegilaannya.
Satu hari Hartono meminjami saya sebuah buku dahsyat berjudul Financial Revolution hasil tulisan Pa’Tung alias Tung Desem Waringin , buku yang akhirnya saya beli itu membuat dunia pikiran saya bergejolak. Dalam buku itu Pa’Tung menjelaskan perbedaan antara orang miskin dan orang kaya. Kata pa’Tung (mengutip kata gurunya; Robert T Kiyosaki dan Antony Robins)”orang miskin bekerja untuk uang sementara orang kaya punya uang yang bekerja untuknya, orang miskin merasa aman dengan gaji yang besar sementara orang kaya menikmati kebebasan financial. Hal ini jelas membuat dada saya terasa panas yang selama ini adem ayem karena memang gaji saya cukup besar walaupun sebagai karyawan kontrak. Dari situlah muncul sebuah “sumpah” dalam pikiran saya bahwa kalau kontrak kerja saya berakhir saya tidak akan mencari pekerjaan lagi, saya harus memiliki usaha sendiri.
Akhirnya Allah benar-benar “mengabulkannya”. Akhir tahun 2008 Saya yang masih memiliki sisa kontrak 6 bulan tidak bisa lagi bekerja, saya bersama 600 orang teman dipaksa pulang lebih cepat karena pabrik kami mengalami penurunan produksi akibat krisis global. Alhasil, jadilah saya seorang “pengangguran sombong” yang tidak mau lagi mencari kerja. “maunya berbisnis…. Mang gampang….?? He hehe …!!”
Waktu berlalu,saya masih gitu-gitu aja alias jalan di tempat. Untuk mengisi kekosongan saya mengikuti seminar Financial revolution milik Pa’Tung (harga seminar Pa’Tung per paketnya bisa mencapai 9 juta rupiah, eiiittt…. Tapi saya hanya bayar seratus ribu saja…. Karena saya ngambil paket promosi kelas VIP.. ngirit cuyyy!!!) he he he he !!!!. Selain itu saya rutin membaca blog orang-orang hebat dari komunitas TDA favorite saya adalah blog milik Pa’ Roni Yuzirman pentolannya TDA, blog Pa’ Hadi Kuntoro , dan Pa’ Faif Yusuf penulis buku Rahasia Jadi Enterpreneur Muda. Saya juga pernah mengikuti kursus keterampilan, tapi saya hanya dapat pembelajaran alias gagal (lumayan dari pada Lu manyun..!! he he he)
Setelah cari peluang sana-sini akhirnya saya memutuskan pergi ke daerah Semper-Jakarta Utara, disana orang-orang yang mayoritas berasal dari satu kampung dengan saya memiliki usaha rumahan konveksi celana wanita dan anak-anak berbahan spandex (celana lejing). Yup…! Saya ingin belajar usaha itu (siapa tahu bisnis rumahan bisa jadi bisnis kotaan, he he he..) disana sudah ada seorang bibi yang siap jadi mentor saya.
Hari pertama belajar dimulai, disinilah sebuah ‘derita manis’ terjadi, Saya yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi sekarang sudah ga’ bisa (ga’ masalah, mang harus gitu), pagi-pagi sekali saya harus ikut mencari bahan spandex ke daerah Duri Kosambi Jakarta barat dengan mengendarai motor. Disana para pencari bahan harus berebut menelusuri gang demi gang, bertanya dari rumah ke rumah orang China untuk mendapatkan bahan spandex murah sisa konveksi kelas pabrikan. Saya yang belum sempat sarapan sama-sama berebut mencari bahan, karena orang baru setelah mutar sampai jam 2 siang (tetap belum sarapan) saya ‘berhasil’ dapat 15 kg spandex (sekali lagi …Lumayan dari pada LU Manyunn…?). Akhirnya saya baru bisa sarapan jam 2.15 siang (makan siang kali…!!). Bisa di bayangkan, saya yang biasanya paling lambat jam 9 pagi udah sarapan., sekarang harus mutarin kampung Duri Kosambi dengan perut kosong sampai lewat jam 2 siang, bahkan tanpa segelas teh manis panas sebelumnya.
Hal itu berlangsung hampir setiap hari, gara-gara hal ini pula semangat berbisnis saya yang tadinya menggebu jadi ciut. Saya merasa business is not my way. Saya melanggar “sumpah” saya sendiri untuk tidak mencari kerja lagi. Yup…saya kembali menulis lamaran, dan… lamaran pun terkirim (mangnya SMS???…) Menunggu panggilan saya kembali baca blog orang hebat, tapi kali ini saya tidak membaca tapi hanya meninggalkan komentar pada salah satu blog favorit saya yaitu blog Pa’Hadi. Saya bilang pada pa’Hadi bahwa saya baru saja keluar dari pekerjaan saya dan tidak mau lagi cari kerja, saya ingin jadi pengusaha seperti beliau bisa ga’ saya belajar sama bapak? (pada hal saya boong,, kan saya sudah kirim lamaran kerja).
Habis itu saya tidak pernah lagi buka-buka internet. Sepuluh hari kemudian, saya menerima dua ucapan selamat. Ucapan selamat pertama adalah pemberi tahuan bahwa saya di panggil mengikuti seleksi di sebuah perusahaan melalui sms:
“selamat pelamar nomor xxxxx telah lulus screening test di xxx group, harap untuk hadir pada hari xxxxx untuk mengikuti test fisik di xxx group jl xxx Jakarta Timur. Cek e-mail anda untuk informasi selengkapnya”
Buru-buru saya membuka e-mail, ada 2 pesan baru di inbox. Satunya berisi penjelasan mengenai seleksi penerimaan saya di sebuah perusahaan, dan… yang satunya lagi dari Pa’Hadi, Yup…! ucapan selamat yang kedua datang dari Pa’Hadi:
“Apa kabar Mas Syaiful,selamat anda telah lulus, selamat datang di dunia TDA, jika mau belajar mari kita sama-sama belajar, percayalah anda masih sangat muda,kesempatan anda sangat terbuka……”
Karena e-mail dari Pa’Hadi itu dunia saya kembali bergelora, jiwa ingin berbisnis saya kembali memberontak. Yup…! Saya menyimpan ucapan selamat yang pertama dan kembali belajar memulai usaha.
“selalu ada harga yang menempel pada sebuah keberhasilan, harga itu berupa pengorbanan dan kerja keras. Saya percaya suatu saat semua harga yang telah dibayarkan dan pengorbanan yang diberikan akan berbuah kesuksesan”
Syaiful Putra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Possitive coment please!