Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

6 Sep 2009

Mindset revolution, kelaparan dan Dua Ucapan Selamat

Ini adalah cerita mengenai tiga hal yang terjadi dalam hidup saya, yaitu berubahnya pola pikir (mindset), kelaparan gara-gara pola pikir itu, dan akhirnya mendapat dua ucapan selamat karena saya telah lulus.


Berawal dari perkenalan saya dengan seorang teman bernama Hartono saat saya jadi karyawan kontrak di pabrik mobil terkenal asal Jepang. Hartono seorang yang sangat gila buku telah menulari saya kegilaannya.


Satu hari Hartono meminjami saya sebuah buku dahsyat berjudul Financial Revolution hasil tulisan Pa’Tung alias Tung Desem Waringin , buku yang akhirnya saya beli itu membuat dunia pikiran saya bergejolak. Dalam buku itu Pa’Tung menjelaskan perbedaan antara orang miskin dan orang kaya. Kata pa’Tung (mengutip kata gurunya; Robert T Kiyosaki dan Antony Robins)”orang miskin bekerja untuk uang sementara orang kaya punya uang yang bekerja untuknya, orang miskin merasa aman dengan gaji yang besar sementara orang kaya menikmati kebebasan financial. Hal ini jelas membuat dada saya terasa panas yang selama ini adem ayem karena memang gaji saya cukup besar walaupun sebagai karyawan kontrak. Dari situlah muncul sebuah “sumpah” dalam pikiran saya bahwa kalau kontrak kerja saya berakhir saya tidak akan mencari pekerjaan lagi, saya harus memiliki usaha sendiri.


Akhirnya Allah benar-benar “mengabulkannya”. Akhir tahun 2008 Saya yang masih memiliki sisa kontrak 6 bulan tidak bisa lagi bekerja, saya bersama 600 orang teman dipaksa pulang lebih cepat karena pabrik kami mengalami penurunan produksi akibat krisis global. Alhasil, jadilah saya seorang “pengangguran sombong” yang tidak mau lagi mencari kerja. “maunya berbisnis…. Mang gampang….?? He hehe …!!”


Waktu berlalu,saya masih gitu-gitu aja alias jalan di tempat. Untuk mengisi kekosongan saya mengikuti seminar Financial revolution milik Pa’Tung (harga seminar Pa’Tung per paketnya bisa mencapai 9 juta rupiah, eiiittt…. Tapi saya hanya bayar seratus ribu saja…. Karena saya ngambil paket promosi kelas VIP.. ngirit cuyyy!!!) he he he he !!!!. Selain itu saya rutin membaca blog orang-orang hebat dari komunitas TDA favorite saya adalah blog milik Pa’ Roni Yuzirman pentolannya TDA, blog Pa’ Hadi Kuntoro , dan Pa’ Faif Yusuf penulis buku Rahasia Jadi Enterpreneur Muda. Saya juga pernah mengikuti kursus keterampilan, tapi saya hanya dapat pembelajaran alias gagal (lumayan dari pada Lu manyun..!! he he he)


Setelah cari peluang sana-sini akhirnya saya memutuskan pergi ke daerah Semper-Jakarta Utara, disana orang-orang yang mayoritas berasal dari satu kampung dengan saya memiliki usaha rumahan konveksi celana wanita dan anak-anak berbahan spandex (celana lejing). Yup…! Saya ingin belajar usaha itu (siapa tahu bisnis rumahan bisa jadi bisnis kotaan, he he he..) disana sudah ada seorang bibi yang siap jadi mentor saya.


Hari pertama belajar dimulai, disinilah sebuah ‘derita manis’ terjadi, Saya yang biasanya habis shalat subuh tidur lagi sekarang sudah ga’ bisa (ga’ masalah, mang harus gitu), pagi-pagi sekali saya harus ikut mencari bahan spandex ke daerah Duri Kosambi Jakarta barat dengan mengendarai motor. Disana para pencari bahan harus berebut menelusuri gang demi gang, bertanya dari rumah ke rumah orang China untuk mendapatkan bahan spandex murah sisa konveksi kelas pabrikan. Saya yang belum sempat sarapan sama-sama berebut mencari bahan, karena orang baru setelah mutar sampai jam 2 siang (tetap belum sarapan) saya ‘berhasil’ dapat 15 kg spandex (sekali lagi …Lumayan dari pada LU Manyunn…?). Akhirnya saya baru bisa sarapan jam 2.15 siang (makan siang kali…!!). Bisa di bayangkan, saya yang biasanya paling lambat jam 9 pagi udah sarapan., sekarang harus mutarin kampung Duri Kosambi dengan perut kosong sampai lewat jam 2 siang, bahkan tanpa segelas teh manis panas sebelumnya.


Hal itu berlangsung hampir setiap hari, gara-gara hal ini pula semangat berbisnis saya yang tadinya menggebu jadi ciut. Saya merasa business is not my way. Saya melanggar “sumpah” saya sendiri untuk tidak mencari kerja lagi. Yup…saya kembali menulis lamaran, dan… lamaran pun terkirim (mangnya SMS???…) Menunggu panggilan saya kembali baca blog orang hebat, tapi kali ini saya tidak membaca tapi hanya meninggalkan komentar pada salah satu blog favorit saya yaitu blog Pa’Hadi. Saya bilang pada pa’Hadi bahwa saya baru saja keluar dari pekerjaan saya dan tidak mau lagi cari kerja, saya ingin jadi pengusaha seperti beliau bisa ga’ saya belajar sama bapak? (pada hal saya boong,, kan saya sudah kirim lamaran kerja).


Habis itu saya tidak pernah lagi buka-buka internet. Sepuluh hari kemudian, saya menerima dua ucapan selamat. Ucapan selamat pertama adalah pemberi tahuan bahwa saya di panggil mengikuti seleksi di sebuah perusahaan melalui sms:


selamat pelamar nomor xxxxx telah lulus screening test di xxx group, harap untuk hadir pada hari xxxxx untuk mengikuti test fisik di xxx group jl xxx Jakarta Timur. Cek e-mail anda untuk informasi selengkapnya”


Buru-buru saya membuka e-mail, ada 2 pesan baru di inbox. Satunya berisi penjelasan mengenai seleksi penerimaan saya di sebuah perusahaan, dan… yang satunya lagi dari Pa’Hadi, Yup…! ucapan selamat yang kedua datang dari Pa’Hadi:


Apa kabar Mas Syaiful,selamat anda telah lulus, selamat datang di dunia TDA, jika mau belajar mari kita sama-sama belajar, percayalah anda masih sangat muda,kesempatan anda sangat terbuka……”


Karena e-mail dari Pa’Hadi itu dunia saya kembali bergelora, jiwa ingin berbisnis saya kembali memberontak. Yup…! Saya menyimpan ucapan selamat yang pertama dan kembali belajar memulai usaha.


selalu ada harga yang menempel pada sebuah keberhasilan, harga itu berupa pengorbanan dan kerja keras. Saya percaya suatu saat semua harga yang telah dibayarkan dan pengorbanan yang diberikan akan berbuah kesuksesan”


Syaiful Putra

Baca Selengkapnya!

Tragedi Istana Pasir (Realita Dunia Para Karyawan)

Waktu kecil aku sangat suka main di kali, selain sekolah dan malam hari aku dan teman-teman sekampung selalu menghabiskan waktu di pinggir kali. Kami sangat senang karena kali di kampung kami airnya sangat jernih dan sejuk,banyak ikannya (karena ikan di kali tidak boleh ditangkap kecuali dua tahun sekali, untuk menjaga kelestarian alam), selain itu dulu waktu aku masih kecil kali di kampung kami seperti pantai karena kalinya cukup luas dan banyak pasir putihnya (tapi terakhir pasirnya ditambang dan diexploitasi oleh orang yang menurut saya tergolong serakah).


Waktu kecil kami selalu menghabiskan waktu di pinggir kali, tidak hanya anak-anak tapi orang dewasa pun sama dengan kami, bedanya hanyalah kami di sana bermain sedangkan orang dewasa bekerja, mereka bekerja di ladang yang terletak di pinggir kali, selain itu orang-orang dewasa juga ada yang ngangon (gembala) sapi dan kambing di padang rumput di pinggir kali.

Kami para anak-anak sangat senang mandi dan bermain pasir, banyak hal yang kami perbuat dengan pasir. Adakalanya kami perang bola pasir, ada juga yang menimbun badan dengan pasir, salah satu yang paling favorit adalah membuat istana pasir. Kami berlomba membuat istana pasir seindah mungkin, ada yang menghiasi istana bikinannya dengan bunga, ada yang mengukirnya (seperti relief candi). Namun istana-istana yang kami buat selalu runtuh kalau bukan karena luapan air kali, istana kami rontok karena pasirnya kering disengat matahari.


Akhir tahun 2008 aku kembali mengalami kenangan waktu kecil itu, Aku yang sedang menikmati enaknya bekerja di perusahaan besar, tiba-tiba “istana pasirku” runtuh diterjang PHK massal. Ini bukan hanya kisah saya sendiri saya yakin jutaan orang Indonesia lainnya pernah kehilangan “istana pasirnya” bahkan mungkin istana pasir mereka jauh lebih indah dari pada yang saya punya. Tragedi istana pasir ini adalah realita kehidupan para TdB (tangan di bawah), employee (kuadrant kiri) atau apalah namanya, apalgi yang kontrak.


Seperti yang dikatakan Einsten, bahwa “orang gila adalah orang yang berkali-kali melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda” . Menurut saya kalupun tidak gila saya hanya tidak ingin seperti anak kecil yang selalu berulang kali membangun istana dari pasir basah setiap kali istanya itu hancur diterjang luapan kali atau disengat panas matahari. Makanya saat “istana pasir” saya yang berwujud gaji besar dan berbagai tunjangan yang membuat saya merasa aman hancur, saya tidak mau lagi membangun istana dari pasir, saya memutuskan keluar dari zona nyaman sebagai seorang karyawan. Yup… saya memutuskan untuk memulai usaha kecil-kecilan, walaupun masa transisi ini terasa sangat berat.


Syaiful Putra

Baca Selengkapnya!

periksa Dirimu


Suatu malam seorang pemuda melihat seorang kakek sedang mengitari tiang listrik yang ada lampunya, si kakek kelihatannya sedang mencari sesuatu. Sang pemuda menghampiri kakek dan bertanya:
Pemuda : Kakek lagi ngapain malam-malam begini disini?
Kakek : Saya mencari dompet saya yang jatuh tadi.
Pemuda : Kakek yakin jatuhnya disini?
Kakek : Kaya’ nya sih ngga’ deh, tadi saya rasa jatuhnya di belakang sana.
Pemuda : trus, kenapa kakek nyarinya disini?
Kakek : Karena hanya disini tempat yang terang, di belakang sana gelap.
Pemuda : …….??????........!!!!!!!!......???????

Ilustrasi di atas sebenarnya menggambarkan ketika manusia tengah tersandung masalah selalu mencari-cari kambing hitam. Mereka sebenarnya tahu kalau mereka yang salah, tapi mereka selalu mencari penyebab lain untuk lari dari tanggung jawab. Bukannya berusaha mengoreksi kekurangan diri tetapi Mereka malah menyalahkan untuk menutupi ketidak mampuandiri nereka sendiri. Mereka menyalahkan lingkungan pada hal mereka telah dibekali kekuatan untuk mengubahnya atau keluar dari lingkungan itu. Mereka menyalahkan takdir, tidak mau introspeksi diri.
Banyak orang, mungkin sebagian besar, tidak pernah memanfaatkan kekuatan potensial di dalam kepribadian mereka sendiri.
Di dalam diri Anda terdapat sumberkekuatan yang sangat besar ; kekuatan pikiran bawah sadar, iman membebaskan kekuatan ini. Kemudian kekuatan mental, emosional, dan spiritual muncul, yang lebih besar dari sekadar cukup untuk menolak kekalahn anda.
  • Norman Vincent Peale
Obatmu ada di dalam dirimu, Namun Engkau tidak tahu. Penyakitmu dari dirimu sendiri, namun Engkau tidak melihat.
Engkaulah “kitab penjelas”, yang melaluinya huruf-huruf menampakkanyang tersembunyi.
Kau kira dirimu adalah raga kecil, padahal dunia terbesar menghampar dalam dirimu.
Kau tidak membutuhkan selain dirimu.
Jika Engkau merenungi dirimu, Engkau tidak merenung.
  • Ali Bin Abi Thalib, RA
Sering kali saat menemui masalah, orang selalu berkata “ini sudah takdir”, Pada hal sering kali masalah itu timbul karena kecerobohan kita.
Manusia Tergadai atas apa yang mereka kerjakan"

Semoga Bermanfaat
Salam Cinta Secinta-cintanya

(^_^)
Baca Selengkapnya!

29 Jul 2009

PENJAGA SANDAL DAN KAKINYA: 'SABAR IKHLAS DAN BERSYUKUR"

Suatu hari ada seorang pemuda yang marah-marah di beranda sebuah masjid, dari raut wajahnya kelihatan dia sangat kesal.kemudian datanglah seorang ulama menghampiri pemuda tersebut dan bertanya, “Apa yang telah membuat mu marah wahai saudaraku? apa yang terjadi sehingga kau tampak sangat kesal?” Tanya sang ulama. “Aku baru saja kehilangan sendalku,tadi Aku menaruhnya disini lalu aku shalat dalam masjid,tapi sekarang sudah tidak ada lagi, padahal itu adalah sendalku yang paling mahal!!” jawab sang pemuda.
Setelah mendengar jawaban sang pemuda sang ulama lalu membawa pemuda itu keseorang yang duduk dipojok beranda masjid, orang itu duduk di lantai memakai sarung yang panjang sehingga menutupi kedua kakinya,dihadapannya terdapat banyak sekali sandal. sang ulama berkata “coba kau lihat sandal-sandal ini siapa tahu milikmu ada di sini wahai saudaraku!!” lalu sang ulama pergi meninggalkan sipemuda dan penjaga sandal.
Dengan wajah yang sangat gelisah sipemuda memeriksa semua sandal yang ada di depannya, setelah semua sandal dia periksa ternyata ia tak menemukan sandal yang ia cari. Lalu dengan nada kesal dia bertanya kepada si penjaga sandal “apakah kau melihat ada orang yang memindahkan sandalku ketempat ini ?” “Hanya ini sandal yang ku jaga dari tadi anak muda ,apa kau telah memeriksanya dengan teliti?” jawab si penjaga sandal. Dengan nada yang semakin kesal si pemuda berkata “Aku kesini untuk beribadah tapi kenapa sandalku hilang? Sandalku itu adalah sandal yang paling berharga bagiku, mulai hari ini aku takkan pernah lagi ke masjid ini!!!!!!....?. Dengan tenang sipenjaga sandal berkata “sesungguhnya ada orang yang kehilangan sesuatu yang lebih berharga dari sandalmu, tapi dia lebih sabar dan tetap bersyukur” mendengar kata-kata itu sipemuda penasaran “siapa orang itu, dan apa yang telah hilang darinya?” tanpa menjawab Sipenjaga sandal lalu mengangkat sarungnya yang panjang…………….
Alangkah kagetnya si pemuda itu menyaksikan apa yang ada di hadapannya, ternyata si penjaga sandal tidak memiliki dua kaki yang utuh seperti manusia biasanya, dia kehilangan kedua telapak kakinya. Si pemuda sadar bahwa dia sangat kerdil, sangat tidak bersyukur, dia sangat menyesal segitu marahnya hanya karena kehilangan sandal, sementara ada orang yang kehilangan dua kakinya begitu sabarnya.
Si pemuda itu menangis, menyesali kekurangannya, dia istighfar dan minta maaf pada si penjaga sandal dan berkata sambil menahan tangisnya “maafkan saya pak, maafkan saya… begitu kerdilnya aku ini, terima kasih bapak telah menyadarkan saya, saya berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi” dengan lembutnya si penjaga sandal berkata “tidak apa-apa nak,segeralah mohon ampun pada Allah Azzawajala” “baiklah pak, sekali lagi terima kasih karena bapak telah membuat saya sadar”. Lalu si pemuda pun pulang dengan dengan terisak-isak karena tak mampu menahan tangisannya.


Salam silaturrahmi bersimpul kasih sayang
Syaiful Putra Baca Selengkapnya!

KHAYALAN TINGKAT TINGGI

Diceritakan seekor gajah yang dipelihara sejak kecil oleh seorang pelatih hewan. Waktu gajah masih kecil kakinya diikat dengan tali rantai yang juga kecil lalu diikatkan pada sebatang pohon kecil, si gajah kecil meronta sekuat tenaga untuk melepaskan dirinya dari ikatan, tapi karena si gajah masih kecil dia tidak bisa melepaskan dirinya. Setelah beberapa kali usahanya gagal si gajah kecil menyerah dan menerima nasibnya.
Waktu berlalu dan gajah kecil kini telah tumbuh menjadi gajah dewasa yang gagah. Tapi walaupun sigajah telah besar si pelatih hewan tetap menggunakan tali rantai yang kecil dan pohn yang kecil untuk mengikat gajah, anehnya si gajah tidak mau mencoba melepaskan dirinya dari ikatan walaupun sebenarnya hanya dengan sedikit tenaga dia bisa lepas tapi dia tidak melakukannya . Ini terjadi karena imajinasi (khayalan) lebih unggul darikemauan untuk lepas. Ketika naluri untuk bebas muncul dia selalu mengurungkan niatnya karena imajinasinya mengatakan “dulu aku sudah sekuat tenaga mencoba untuk lepas, tapi aku tak bisa” imajinasi itulah yang selalu mengalahkan kemauannya untuk bebas.
Manusia hampir sama dengan gaja,h, ketika ada suatu keinginan sering kali kita dikalahkan oleh imajinasi atau khayalan kita. Contoh: ketika seorang pemuda ingin menyatakan cinta pada kekasih pujaan hatinya , selalu ia takut kalau ditolak atau takut kalau dia ngapel ntar bapak si cewek marah ,
Hal ini dibenarkan oleh seorang docter Perancis bernama Emilique, dia mengatakan “ketika imajinasi bertentangan dengan kemauan, imajinasi selalu lebih unggul”. dalam bukunya One minute millionaire Mark Victor Hansen menjelaskan dengan sangat baik. Di contohkan: ketika seorang anak diberitahu “jangan takut tidak ada monster di kolong tempat tidur” tapi ketika lampunya dimatikan imajinasinya menggila dan si anak tetap ketakutan. Kita yang dewasa pun tak ada bedanya , dan monster yang kita bayangkan pun tak kalah menyeramkan dengan monster pada waktu masih kecil. Sering kita berkata “kalau saya kenalan dengan orang itu alngkah indahnya hidup ini” tapi kita menahan diri, karena imajinasi kita berkata “nanti kalau ditolak gimana? Kalau dia marah gimana?”kita benci sekali terlihat bodoh, kita takut sekali ditollak. Pada hal kesakitan ditolak itu hanya ada dalam khayalan kita saja.


CARA MEMPERBAIKI PENGARUH IMAJINASI YANG MENGHALANGI:

Karena imajinasi selalu lebih unggul untuk memperbaikinya adalah dengan menggunakan khayalan yang indah ketimbang logika. Misalnya: kepada anak yang takut monster dikatakan “nak di rumah kita ga’ ada monster yang jahat,bapak dan ibu hanya membiarkan masuk monster yang melindungi dan penyayang anak-anak” dengan begitu kita akan lebih sukses menenangkan anak tersebut. Cara lainnya adalah dengan mengubah imajinasi kita menjadi khayalan yang indah, missal: ketika kita takut ditolak kita dapat membayangkan bahwa kalau diterima hidup ini alangkah nikmatnya , dan kalau pun masih takut di tolak, bayangkan dia menolaknya dengan sangat lembut lalu katakan “ah biasa saja ditolak, saat ditolak aku tersenyum dan dia pun tersenyum” setelah itu bayangkan jika diterima “ wowww… ternyata kita sangat sukses, hidup ini sangat-sangat indah..”. bayangkan scenario terbaik, film terbaik, proyeksikan hasil-hasil terbaik sebaik mungkin. Dengan khayalan tingkat tinggi seperti itu kita akan lebih semangat.

Salam Silaturrahmi bersimpul kasih sayang
Syaiful Putra Baca Selengkapnya!